Ad Widget

Wagub Sumut Ajak Milenial Bergerak Bantu Pemerintah dan Masyarakat Melawan Covid-19

Ad Widget

LABURA.NET – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengajak milenial Sumut membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Selain itu, dia juga berharap agar kaum milenial tergerak hatinya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan di sekelilingnya.

Hal ini disampaikan Musa Rajekshah saat teleconference dengan milenial Sumut, Kamis (7/5) malam, di Rumah Dinas Wagub Sumut, Jalan Teuku Daud, Medan. “Banyak masyarakat kita yang butuh bantuan dan mungkin mereka belum mendapat bantuan dari pemerintah. Jadi, saya harap milenial Sumut yang memiliki rezeki lebih mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Musa Rajekshah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri sudah menyiapkan bantuan sembako untuk 1.321.426 kepala keluarga yang terdampak Covid-19 di 33 kabupaten/kota. Bantuan ini sudah mulai didistribusikan ke daerah-daerah di Sumut.

“Kita sudah mulai ini, diawali dari Kabupaten Langkat dan rencananya Senin (11/5) ke daerah lainnya. Kita melibatkan TNI, Polri, perangkat kelurahan atau desa dalam mendistribusikannya agar tepat sasaran. Namun, mungkin masih ada yang terlewatkan karena itu saya harap teman-teman semua mau memperhatikan sekeliling dan meringankan tangan untuk membantu,” tambah Musa Rajekshah.

Bukan hanya masalah pangan, Musa Rajekshah yang akrab disapa Bang Ijeck ini juga meminta kaum milenial untuk membantu menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat sekelilingnya. Menurut Bang Ijeck ini perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai wabah ini.

“Teman-teman sekalian juga bisa bantu pemerintah untuk memberikan informasi terkait Covid-19 kepada orang-orang di sekeliling kalian, agar masyarakat kita semakin sadar akan protokol kesehatan. Disiplin menerapkan protokol kesehatan kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Ijeck kepada lebih dari 70 peserta teleconference.

Wagub juga menjawab langsung pertanyaan dari peserta teleconference, salah satunya Gabriel (mahasiswa dari Bandung) terkait masalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Wagub Sumut menjelaskan butuh pertimbangan besar dalam penerapan PSBB karena akan berimbas besar kepada masyarakat Sumut. Selain itu juga ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi daerah dan butuh dana yang besar.

“Banyak yang menjadi pertimbangan. Kita harus menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat kita, kebutuhan petugas-petugas di daerah. Apakah kita mampu untuk itu, apakah masyarakat kita akan patuh? Dan kita juga punya 33 kabupaten kota yang otonom, memiliki DPRD sendiri. Kita tentu tidak ingin bila memang diterapkan PSBB di Sumut hanya istilah saja, tetapi tidak diterapkan dengan baik dan benar baik itu masyarakat atau juga pemerintahnya,” kata Musa Rajekshah.

Founder komunitas Milenial Tanpa Nama, Herman yang banyak bergerak di bidang sosial juga ikut pada diskusi ini. Komunitas ini telah memberikan bantuan sembako lebih dari 100.000 paket untuk masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Mereka bertujuan menginspirasi kaum milenial lain agar mau membantu sekelilingnya.

“Kami coba dengan cara memviralkan kegiatan kami. Tujuannya agar anak-anak muda lainnya ikut terinspirasi. Saya dan beberapa teman saya juga terdampak secara bisnis, tetapi kami berupaya berbagi dengan saudara-saudara kita yang kondisinya lebih sulit. Sekarang kami coba mengkampanyekan agar anak-anak muda terutama pengusaha untuk membantu orang-orang di sekitarnya, entah itu tukang becak, pedagang, orang tua dan sebagainya,” kata Herman.

Moderator dan penggagas diskusi online ini, Meryl Rouli Saragih yang juga merupakan anggota DPRD Sumut menambahkan masyarakat harus meningkatkan solidaritas untuk melawan pandemi ini. “Kita harus bergerak bersama-sama melawan ‘penjajah kekinian ini’. Solidaritas kita diuji di sini dan mudah-mudahan Covid-19 cepat pergi dari Sumut,” katanya.

Ini merupakan diskusi teleconference pertama milenial Sumut dengan Musa Rajekshah. Meryl mengatakan akan ada diskusi berikutnya agar anak-anak muda Sumut mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. “Selain berdiskusi ini menjadi salah satu saluran untuk mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. Jadi, seperti yang dikatakan Pak Wagub kita akan buka lagi diskusi ini di lain hari, apalagi masih banyak teman-teman yang belum terjawab pertanyaannya karena waktu kita yang terbatas,” pungkas Meryl.**

(Riva/Sumutprov)

Related Posts

Ad Widget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *