Ad Widget

Cara Mengurus Jenazah Pasien Corona Sesuai Protokol Kementerian Agama dan Kesehatan

Ad Widget

LABURA.NET – Covid-19 telah menyebabkan banyak korban jiwa di ratusan negara yang telah terinfeksi virus corona baru ini. Di Indonesia puluhan orang tewas mulai dari warga biasa hingga petugas medis. Hal ini disebabkan karena virus menyebar begitu cepat dan upaya mitigasi yang lambat di awal. Kemudian, bagaimana cara mengurus jenazah pasien corona?

Kementerian Agama melalui situs resminya mengumumkan protokoler pemakaman jenazah korban meninggal dunia akibat virus corona. Hal ini berhubungan dengan tata cara mengurus jenazah di agama islam, di mana ada proses memandikan jenazah dan menyolatkannya.

Karenanya harus memperhatikan ketentuan syariahnya sesuai dengan tata cara petunjuk rumah sakit rujukan,” tulis keterangan pers dikutip dari situs resmi Kementerian Agama, seperti dilansir dari Liputan6.com, Selasa (17/3/2020).

Aturan untuk Petugas Pemakaman
Sebelum memandikan jenazah ada hal-hal yang perlu dilakukan terkait dengan keamanan petugas keamanan supaya tidak tertular dari jenazah. Petugas pemakaman, harus memakai alat pelindung diri (APD) yang biasa dikenakan oleh petugas kesehatan, berikut aturan untuk petugas pamakaman:

1. Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa.
2. Tidak makan, minum, merokok, maupun menyentuh wajah saat berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.
3. Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.
4.Selalu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol.Jika memiliki luka, menutupnya dengan plester atau perban tahan air.
5. Sebisa mungkin, mengurangi risiko terluka akibat benda tajam.

Apabila Tidak Sengaja Terkena Cairan Jenazah

Apabila petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Jika petugas mengalami luka tertusuk yang cukup dalam, segera bersihkan luka dengan air mengalir.

2. Jika luka tusuk tergolong kecil, cukup biarkan darah keluar dengan sendirinya.

3. Semua insiden yang terjadi saat menangani jenazah harus dilaporkan kepada pengawas.

Perawatan jenazah saat wabah penyakit menular umumnya juga melibatkan desinfeksi. Desinfeksi biasanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah serta petugas medis yang akan menangani jenazah. Namun, desinfeksi saja tidak cukup untuk menghalau penyakit infeksi. Petugas medis tetap harus menggunakan pakaian dan alat pelindung, sering mencuci tangan, serta mandi dengan sabun khusus setelah menangani jenazah.

Aturan Mensalati Jenazah Korban Corona

Selain himbauan dari Kementerian Kesehatan dan rumah sakit, Kementerian Agama juga menekankan bagi mereka yang beragama Islam yang mensalatkan agar dapat dilakukan di rumah sakit terkait.

Namun, apabila keluarga menghendaki disalatkan di masjid, Kementerian Agama meminta agar masjid tersebut untuk dilakukan pemeriksaan sterilisasi sebelum dan sesudah salat secara total.

Tata Cara Penguburan/ Kremasi Jenazah Korban Corona

Tata cara penguburan/ kremasi jenazah dengan penyakit menular memiliki beberapa aturan yang harus ditaati. Apabila jenazah dikubur, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi penguburan juga harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.

Jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter, kemudian ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Tanah perkuburan pun harus diurus dengan hati-hati. Jika terdapat jenazah lain yang hendak dikubur, jenazah tersebut sebaiknya dikubur di area terpisah.

Sedangkan untuk kasus jenazah yang dikremasi, lokasi kremasi setidaknya harus berjarak 500 meter dari pemukiman terdekat. Kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah sekaligus untuk mengurangi polusi asap.

Setelah seluruh prosedur penguburan dilakukan, semua bahan, zat kimia, ataupun benda lainnya yang tergolong limbah klinis harus dibuang di tempat yang aman. Desinfeksi pun dilakukan kembali pada petugas medis dan semua barang yang digunakan dalam proses penguburan jenazah.

Pengurusan jenazah dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Namun, selama dilakukan sesuai prosedur keamanan dan kebersihan, pengurusan jenazah justru dapat membantu mencegah penularan penyakit lebih lanjut.

Related Posts

Ad Widget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *